About Me

My photo
Saya hanya seorang alumni mahasiswi salah satu PTN di kota pahlawan angkatan 08 dengan kegiatan makan, tidur, bernafas, bermimpi punya pekerjaan dan jodoh yang layak, ketawa-ketiwi yg penting happy dan berusahan untuk selalu bersyukur...^^

Friday, October 8, 2010

Pikirkan fakta alay dari gaya hidup kalian...


Ternyata susah juga jadi anak alay…
Terutama alay yang bukan sembarang alay… boleh dibilang  “alay smart”, kenapa? Karena kegiatan alay-nya masuk di akallah… dan hal itu perlu kreatifitas yang diatas normal…
(hahaha...)
Menurut saya kegiatan alay ada kalanya  penting juga dalam kehidupan & berkominikasi, misalnya untuk mencairkan suasana atau membuat orang lain tersenyum disaat orang tersebut memang butuh penyegaran jiwa (lho??). Dengan syarat alay – nya gak ngasal…

Saya kira semua orang pada umumnya punya sisi kealay’an… Bedanya adalah ada orang yang mengeksploitasinya dan ada orang yang tidak mengeksplotasinya tetapi secara tidak sengaja mereka melakukan kealay’an..
Contohnya saya, menurut beberapa artikel mengatakan bahwa orang alay itu suka menggunakan gaya tulisan yang diakhiri dengan huruf “Z”.. (Malez, DunkzZz, dll) padahal dalam kenyataannya saya menggunakan akhiran “z” karena “Z” adalah bagian huruf dari nama saya… (intinya : liat huruf “Z” itu brasa saya banget) hehehe….

Tapi bukan saya aja lho yang pakai gaya tulisan dengan akhiran “Z”, beberapa coment dalam situs jejaring social yang saya ikutin banyak juga diantara teman – teman saya yang pakai gaya tulisan tersebut,contohnya:
  • thx sayy, pd siapa saia hrz mngadu ?? =(
  • gila dumz km ??
  • kapokz...yuhU aq wez tekan umah...
  • slam gae maz pocong yo. wez suwi g ktmu...iahaha
Whatever Lah… tiap orang punya style & ciri khas masing – masing…

Sebagai info aja nih…
Berikut beberapa definisi dari alay menurut para ahli yang diambil dari beberapa situs:
Koentjara Ningrat:
"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati,
kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"
Selo Soemaridjan:
"Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu."
Tetapi menurut perkembangan jaman seperti sekarang ini, yang menurut seorang guru besar di salah satu universitas ternama mengatakan “internet digenggaman” (hehehe…)
Alay diartikan menjadi narsis, sok gaul, fotogenic, dll….
Contoh nyata disekitar saya adalah dari tingkah laku teman – teman sepermainan  saya, yaitu sok telpon-telponan dan SMS-SMSan dan parahnya,  terkadang mereka suka nunjukin SMS dari cewek/cowok ke temenya,, biar dibilang cewek/cowoknya perhatian sama dia.
Contoh lain adalah di situs-situs jejaring social yang mereka ikutin misalnya,  bagi yang cewek di “friends” nya majang foto cowok -cowok ganteng semua (meski dalam kenyataannya mereka gak kenal,biar dianggep cantik & gaul aja) begitu juga sebaliknya bagi para cowok-cowok...
Dan kegiatan kealay'an yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah narsisme...foto-foto sana sini nggak peduli dimana aja... di toilet pun jadi... ~_^
Jadi buat kalian yang baca tulisan saya ini, jangan bilang kalau kalian jauh dari kealay’an atau nggak terkontaminasi oleh si alay…
Ingatlah bahwa kealay”an sudah meraja lela... mungkin secara nggak disadari menjadi gaya hidup kalian...
Waspadalah…. Waspadalah… ^_^
 
********Peace…*********
semoga terhibur...

Cerita hitam bola mata


Pagiku ...
Kulihat bunda-bunda ringkih membawa bakul di pasar.
Serta, pejompo yang menengadakan tangan
Dengan segelas air mineral kosong
Siangku …
Kulihat nyonya-nyonya kaya
berhias emas dan berlian
Sibuk menghambur-hamburkan uang mereka.
Soreku …
Kulihat Saudara-saudaraku yang letih
Berjuang untuk recehan dipinggir trotoar
Malamku …
Kulihat kelamnya dunia malam

Dia ... Nahkodaku yang hilang…


Aku…
 merasa ada sesuatu yang hilang,
Rasa yang indah,
Rasa yang tulus dari sebuah hati,
Rasa hangatnya sebuah kasih,
Dia…
Dia yang membawa kehangatan,
Dia yang pergi entah kemana,
Dia yang hilang dari hidupku,
Nahkodaku…
Gundah…jikaku mengenangnya,
Rindu… jikaku mengingat manisnya kebersamaan itu,
Marah...jikaku mengingat hari itu,
Perih…jikaku teringat dia bukan hanya milik kami.
Tapi…
Aku hanyalah hamba sahaya
Yang hanya mampu bersuara dengan air mata
Dan bersimpuh di altarNya.

Religion…
Religious…
Agama…
Keagamaan….
Kepercayaan…
Iman…
Berat sih, kalau ngomongin kata-kata diatas. …
Tiap orang punya pandangan masing-masing masalah agama. Saya kira butuh kebijakan, pemahaman dan saling menghargai  aja untuk ngebahas masalah ini. Ya… saya bersyukur sih, boleh berada ditengah-tengah keragaman budaya khususnya agama yang beragam dalam keluarga saya. Walaupun ada pro dan kontra,tapi bisalah diomongin dengan kepala dingin…


Agama itu menurut saya adalah suatu pilihan masing-masing orang dari hati dan gak bisa kita paksain ke orang lain… walaupun dalam kenyataannya ada statement dari beberapa orang disekitar saya yang bilang “Gue beragama A karna ibu dan bpk gue agamanya A”. yups…pastinya itu statement dari beberapa orang yang dilahirkan dalam sebuah keluarga yang menganut agama yang sama. Tapi kalau kita bertanya pada orang – orang yang dilahirkan dalam sebuah keluarga yang menganut agama berbeda pasti statement-nya beda juga dong…


Terlepas dari semua pertanyaan-pertanyaan yang kadang buat kita bingung untuk ngejawabya… dan statment - statment  yang terkadang bisa merusak ketentraman dan kerukunan kita sebagai suatu bangsa…(Lha kok jadi kyk pidato yak?!?!?) saya percaya kalau ajaran agama itu gak ada yang mengajarkan keburukan, permusuhan dll…semuanya mengajarkan kebaikkan...


Sekedar sedikit cerita nih… perna waktu itu saya sharring dengan beberapa anggota keluarga besar saya masalah agama (keluarga saya bisa dibilang keluarga pancasila,ada hindu, katolik dan islam) memang sempet ada beda pendapat sedikit sih…


Tapi yang paling saya ingat sampai sekarang,  ada satu perkataan dari salah satu anggota keluarga saya yang mengatakan “bukan agama yang menyelamatkan seseorang tapi imanlah yang menyelamatkan orang tersebut”


Yuppzzz… akhirnya saya semakin tau pentingnya beragama yang bukan sekedar agama, tapi agama yang didasari oleh iman…


Karena beragama itu bukan sekedar datang ke pura atau wihara (bagi yang hindu dan budha) atau hanya sekedar  datang kegereja tiap minggunya (buat yang Kristen/katolik) atau sekedar sholat tiap harinya (bagi yang muslim) tapi milikilah sebuah great relations  dengan Yang Maha Kuasa, dimana setiap nafas dan aktifitas yang kita lakukan itu selalu dengan campur tangan dan seijin Yang Maha Kuasa….


(Sayapun juga masih belajar hal ini… Mari kita belajar bersama-sama ^^)


Seberapa bagus & benarnya suatu agama yang dianut oleh suatu individu tetapi jika individu tersebut tidak menjalankan ajaran agamanya sesuai alkitab yang dimiliki oleh masing agama tersebut untuk menghasilkan suatu iman….


berarti  agama cuma KTP dong??? sayangkan....
Dan menurut saya individu-individu ini melewatkan potongan-potongan tiket yang kita kumpulkan untuk bertemu Tuhan secara Live…



Sekian…
Terima kasih atas waktu yang diberikan untuk membaca tulisan saya...


Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, membuat skit hati dll…


Karena saya sebagai penulis juga manusia dan kesempurnaan itu hanya miliki Yang Maha Kuasa…

********Peace…*********